Sport Center Kudungga Dinilai Berpotensi Jadi Sumber PAD Baru Kutim

Berita184 Dilihat
banner 468x60

KUTAI TIMUR Gemparkutim.com – Anggota Komisi C DPRD Kutai Timur, Pandi Widiarto, menilai pembangunan kawasan Sport Center Kudungga tidak hanya penting untuk pengembangan sektor olahraga, tetapi juga memiliki peluang besar menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru bagi Kutim di masa mendatang. 29/11/2025

Menurutnya, usulan pembangunan kawasan tersebut melalui skema multiyears (MY) yang sebelumnya telah dibahas bersama pemerintah daerah merupakan langkah strategis yang patut didorong. Ia menyebut sektor olahraga, khususnya pengelolaan sport center, termasuk salah satu program yang berpotensi memberi kontribusi balik bagi keuangan daerah.

“Saya pikir ini usulan yang bagus. Karena kalau bicara sumber PAD baru, salah satunya itu ya di kawasan sport center kita,” ujarnya.

Pandi menjelaskan, sebagian besar program pembangunan daerah dalam Musrenbang maupun usulan tahunan selama ini lebih fokus pada pemerataan infrastruktur dasar, aksesibilitas, dan fasilitas publik. Program-program tersebut memang penting, namun tidak semuanya memiliki efek balik berupa pemasukan daerah.

“Dari semua program MD, yang bisa memberikan feedback langsung ke PAD itu hanya sport center kalau benar-benar dimaksimalkan. Tempat lain lebih pada pemerataan infrastruktur,” tegasnya.

Ia mencontohkan pengelolaan kawasan olahraga modern di daerah lain yang mampu menghasilkan pemasukan melalui kegiatan event, penyewaan fasilitas, hingga kerja sama pengelolaan. Jika Sport Center Kudungga ditata dan dikelola profesional, Kutim diyakini dapat mengembangkan potensi serupa.

Karena itu, ia kembali meminta agar pemerintah memasukkan pengembangan kawasan Kudungga sebagai program strategis jangka menengah dalam skema MY, sehingga pembangunan fasilitas olahraga dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berkelanjutan.

“Kalau ini masuk sebagai program strategis, maka peluang Kutim memiliki kawasan sport center yang produktif dan mandiri secara pendapatan sangat besar,” tambahnya.

Pandi berharap, pembangunan sport center tidak hanya terfokus pada fisik, tetapi juga diarahkan pada konsep kawasan yang bisa menjalankan kegiatan olahraga, event, hingga kegiatan ekonomi kreatif yang menunjang PAD.

“Jadi ini tidak sekadar membangun gedung olahraga, tapi membangun kawasan yang bisa jadi sumber ekonomi baru,” pungkasnya.(Adv)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *