Rumah Kayu di Kongbeng Terbakar, Lansia 72 Tahun Tewas Terjebak di Dalam

Kebakaran Tengah Hari di Kutai Timur, Rumah Kayu di Desa Sri Pantun Ludes Terbakar, Satu Lansia Tak Terselamatkan

Berita4057 Dilihat
banner 468x60

Kutai Timur, Gemparkutim.com – Kebakaran hebat melanda sebuah rumah kayu di Desa Sri Pantun, Kecamatan Kongbeng, Kutai Timur, Senin (23/2/2026) sekitar tengah hari.

Peristiwa nahas tersebut menewaskan seorang lansia bernama Hartoyo (72) yang saat kejadian berada seorang diri di dalam rumah.

Insiden terjadi saat matahari tepat berada di atas kepala atau kulminasi atas. Kobaran api dengan cepat melahap bangunan yang mayoritas berbahan kayu.

Korban diketahui tengah dalam kondisi sakit stroke dan tidak dapat menyelamatkan diri, sementara anak laki-lakinya yang tinggal serumah sedang bekerja di kebun.

Komandan Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Kongbeng, Mersiana, membenarkan adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Ya betul mas, ada korban jiwa satu orang,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (23/2) malam.

Mersiana menjelaskan, pihaknya menerima laporan dari warga sekitar pukul 12.46 Wita.

Empat unit armada dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kutai Timur gabungan Pos Kongbeng dan Muara Wahau diberangkatkan ke lokasi dan tiba sekitar pukul 13.10 Wita.

Petugas Damkar bersama warga setempat yang lebih dahulu melakukan upaya pemadaman, berhasil mengendalikan api dalam waktu singkat sehingga tidak sempat merambat ke bangunan lain.

Komandan Regu (Danru) Damkar Kongbeng, Kadek, yang bertugas saat kejadian, mengungkapkan bahwa saat tim tiba di lokasi, kobaran api sudah mulai mengecil karena bantuan warga.

“Sampai di sana api sudah tidak terlalu besar karena ada warga juga yang membantu sebelum kami tiba.

Sekitar 10 menit kita padamkan, lanjut pendinginan, lalu korban dievakuasi,” jelasnya.

Meski api berhasil dijinakkan kurang dari 15 menit, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

Kadek menyebutkan sejumlah kendala di lapangan yang menghambat kecepatan penanganan.

Menurutnya, jarak antara Pos Damkar Kongbeng dengan lokasi kejadian sekitar 8 hingga 10 kilometer.

Selain itu, medan yang dilalui cukup sulit karena berupa jalan tanah berbatu di tengah perkebunan sawit dengan akses yang sempit.

“Yang kami lewati jalannya seperti itu, jalan tanah berbatu di blok kebun sawit. Itu akses terdekat yang bisa dilewati. Kalau lewat jalan poros aspal jaraknya lebih jauh lagi,” ungkapnya.

Sementara itu, berdasarkan informasi awal, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik. Saat kejadian, tidak ada orang lain di dalam rumah selain korban.

“Menurut laporan, di rumah itu tidak ada orang selain almarhum. Jadi dugaan sementara kemungkinan korsleting listrik,” pungkas Kadek.

Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan pendataan dan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kebakaran tersebut

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *