Kutai Timur, Gemparkutim.com – Tokoh pemuda Kutai Timur, Avivurrahman Al Ghazali, melontarkan kritik keras terhadap sikap sejumlah politisi di Kalimantan Timur.
yang dinilai lebih sibuk saling menyerang dan menyindir di media sosial maupun media konvensional dibanding membahas pembangunan daerah.
Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan rendahnya orientasi politik terhadap kepentingan rakyat.
Ia menegaskan bahwa masyarakat Kalimantan Timur saat ini membutuhkan gagasan dan langkah nyata untuk pembangunan, bukan pertunjukan konflik politik yang sarat kepentingan pribadi maupun kelompok.
“Sudah seharusnya para politisi berbicara tentang pembangunan daerah, kepentingan dan kesejahteraan rakyat yang berorientasi pada kemajuan bersama.
Yang terjadi malah mempertontonkan ego sektoral politik dan menyerang pribadi masing-masing pihak,” tegas Avivurrahman, Senin (11/5/2026).
Ia meminta seluruh elite politik di Kalimantan Timur menghentikan pola komunikasi yang dinilai tidak produktif dan hanya memperkeruh suasana publik.
“Hentikan narasi dan pola tersebut. Rakyat Kalimantan Timur tidak butuh panggung sandiwara politik. Kita butuh pembangunan nyata yang berdampak terhadap kemajuan Kalimantan Timur,” ujarnya.
Avivurrahman menilai, di tengah kondisi keuangan daerah yang terdampak kebijakan efisiensi anggaran, para pemangku kebijakan seharusnya lebih fokus mencari solusi strategis untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah.
Seyogyanya para pihak harus menahan diri di tengah situasi keuangan daerah yang terdampak efisiensi.
Harusnya yang dipikirkan dan menjadi kesibukan para pemangku kebijakan adalah mencari solusi agar Kalimantan Timur tidak hanya bergantung pada transfer pusat ke daerah,” Pungkasnya
Selain itu, Ketua KNPI Kutai Timur tersebut juga meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mempertimbangkan kembali keputusan pemotongan dana bantuan keuangan (Bankeu) kepada 10 kabupaten/kota dengan alasan efisiensi anggaran.
Ia menilai kebijakan tersebut berpotensi memengaruhi pembangunan daerah, terutama di kabupaten/kota yang masih membutuhkan dukungan fiskal untuk pembangunan infrastruktur dan pelayanan masyarakat.
“Harus cari solusi, bukan cuma ribut cari sensasi. Para politisi digaji oleh rakyat, harusnya fokusnya bekerja untuk kepentingan rakyat,” pungkasnya.
Ia juga mengingatkan agar para elite politik tidak larut dalam dinamika politik yang tidak produktif dan hanya berorientasi pada kepentingan elektoral semata.
“Kita seharusnya tidak larut dengan situasi yang tidak produktif semacam ini. Para dewan yang terhormat jangan hanya sibuk manuver untuk mencari panggung elektoral.
Saya pribadi berharap anggota DPRD Kaltim dan Pemprov bersatu memperjuangkan Kalimantan Timur sebagai salah satu daerah penghasil dan penyumbang APBN terbesar.
Saya melihat pemprov dan DPRD kita cenderung hanya pasrah dan menerima nasib,” tutupnya.












