Bengalon Perkuat Barisan Desa, RPJMDes dan Desa Siaga TBC Jadi Sorotan

Berita1813 Dilihat
banner 468x60

BENGALON,Gemparkutim.com — Kecamatan Bengalon menggelar Rapat Koordinasi Triwulan I Tahun 2026 yang dipusatkan di Desa Sekrat, Rabu, 13 Mei 2026.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Camat Bengalon dan dihadiri unsur pemerintah desa, BPD, LPM, PKK, pendamping desa, tenaga kesehatan, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Rakor tersebut membahas tiga agenda utama, yakni perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa atau RPJMDes, program Desa Siaga Tuberkulosis atau TBC, serta sinkronisasi program kerja PKK Kecamatan Bengalon.

Muh Harun Al Rasyid Camat Bengalon menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Sekrat, Sunan dhika selaku tuan rumah.

Ia menilai Desa Sekrat menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir, terutama dalam pengembangan potensi wisata pantai.

Camat Bengalon juga mendorong seluruh desa agar kembali mengidentifikasi dan mengembangkan potensi unggulan masing-masing.

Menurutnya, setiap desa memiliki karakteristik dan peluang pembangunan yang berbeda, sehingga program desa perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi lokal.

“Yang terpenting adalah bagaimana masing-masing desa mampu mengenali, mengembangkan, dan memaksimalkan potensi unggulan yang dimiliki,” ujar Muh Harun camat bengalon

Terkait perubahan RPJMDes, penyesuaian dilakukan seiring berlakunya Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang Desa, yang mengatur masa jabatan kepala desa menjadi delapan tahun.

Dengan demikian, dokumen perencanaan desa juga perlu diselaraskan dengan masa jabatan tersebut serta arah pembangunan daerah.

Selain itu, rakor juga menyoroti pentingnya pembentukan dan penguatan Desa Siaga TBC.

Camat Bengalon menekankan perlunya sosialisasi, deteksi dini, serta pendampingan bagi masyarakat yang terindikasi maupun sedang menjalani pengobatan TBC.

Menurutnya, upaya pencegahan harus dilakukan bersama agar penularan TBC dapat ditekan sejak dini.

Ia juga mengingatkan bahwa pengobatan TBC membutuhkan kedisiplinan karena berlangsung dalam jangka waktu cukup panjang.

“Jangan sampai ada masyarakat yang sudah terpapar TBC tetapi tidak menyadarinya, sehingga tanpa sengaja dapat menjadi sumber penularan bagi orang lain,” katanya.

Kegiatan tersebut turut menghadirkan nardum dari pendamping desa, unsur kesehatan, PAC PPTI Kecamatan Bengalon, Puskesmas Tepian Baru, Puskesmas Sepaso, serta pihak terkait lainnya.

Melalui rakor ini, Kecamatan Bengalon berharap koordinasi antar-pemerintah desa semakin kuat, terutama dalam peningkatan kualitas perencanaan pembangunan, tata kelola pemerintahan desa, serta pelayanan kesehatan masyarakat.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *