Pemerintah desa sekerat, Investasi Harus Sejalan dengan Kenyamanan dan Kesehatan Masyarakat

Berita3669 Dilihat
banner 468x60

KUTAI TIMUR, Gemparkutim.com Pemerintah Desa Sekerat kec.bengalon kutim, menggelar pertemuan silaturahmi bersama tokoh masyarakat, RT dan dusun serta sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah Desa Sekerat untuk membahas dampak aktivitas investasi, khususnya persoalan debu, kondisi jalan, serta pembangunan berkelanjutan di wilayah desa sekerat. Rabu 16/19/2026

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Desa Sekerat Sunan Dhika S.AP menyampaikan bahwa kegiatan investasi yang berkembang di wilayah desa memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi, namun di sisi lain juga menimbulkan sejumlah persoalan yang perlu mendapat perhatian bersama.

“Tujuan pertemuan ini bukan untuk mencari siapa yang salah dan siapa yang benar. Kami ingin menyampaikan kondisi nyata di lapangan berdasarkan laporan masyarakat agar dapat menjadi bahan evaluasi bersama,” ujar Kepala Desa Sekerat dalam sambutannya.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan sejumlah perusahaan, di antaranya PT Kaltim Prima Coal (KPC), PT PIK, PT Kobexindo Cement, PT BCIP, PT Talenta Putra Utama, PT ALK, PT MKS, PT Scopindo, PT TCP Gading, serta unsur masyarakat Desa Sekerat.

Debu Jadi Persoalan Utama Masyarakat

Kepala Desa Sekerat mengungkapkan, salah satu persoalan yang paling banyak disampaikan masyarakat dalam beberapa bulan terakhir adalah meningkatnya debu di sepanjang jalur belok Beruang menuju Desa Sekerat hingga kawasan industri.

Menurutnya, kondisi semakin terasa selama musim kemarau panjang yang menyebabkan intensitas debu meningkat.

“Kurang lebih empat bulan terakhir kondisi cuaca mengalami musim kemarau sehingga debu semakin meningkat. Dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat, baik dari aktivitas kendaraan, jalan, maupun konveyor perusahaan,” katanya.

Ia menjelaskan, berdasarkan laporan masyarakat, sumber debu diduga berasal dari berbagai aktivitas, mulai dari mobilisasi kendaraan berat, area stockpile batubara, pembangunan fasilitas perusahaan, hingga aktivitas produksi di sekitar wilayah Desa Sekerat.

Pemerintah desa dan seluruh pihak dapat melakukan pemantauan bersama, termasuk pengukuran kualitas udara pada saat musim kemarau agar data yang diperoleh lebih menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan.

“Kita berharap ada pengukuran yang dilakukan secara berkala sehingga langkah perbaikan dapat berdasarkan data yang objektif,” ujar sunan dhika

Jalan 23 Kilometer belok beruang hingga sekerat, Jadi Perhatian Pemerintah Desa

Selain persoalan debu, kondisi jalan sepanjang kurang lebih 23 kilometer dari belok Beruang menuju Desa Sekerat, juga menjadi perhatian utama pemerintah desa.

Sunan dhika menyampaikan apresiasi kepada sejumlah perusahaan yang selama ini telah berkontribusi dalam pembangunan dan pemeliharaan akses jalan selama ini.

Menurutnya, keberadaan jalan  memberikan manfaat besar bagi masyarakat maupun aktivitas perusahaan. Namun, perubahan status jalan menjadi jalan kabupaten masih menyisakan persoalan karena kondisi jalan belum sepenuhnya tertangani.

“Jalan ini semakin terbuka dan semakin lebar, tetapi masih ada pekerjaan rumah kita bersama, yaitu bagaimana infrastruktur seminasasi 17 kilo yang berstatus kabupaten, dari blok beruang sampai sekurau bawah, memastikan jalan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, pemerintah desa telah beberapa kali menyampaikan usulan perbaikan jalan melalui berbagai jalur, termasuk musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) sejak tahun 2021.

Namun hingga saat ini, menurutnya, penyelesaian jalan belum mendapatkan perhatian dari pemerintah kutai timur.

“Sudah hampir lima tahun jalan ini menjadi prioritas usulan pembangunan desa, tetapi sampai sekarang belum mendapatkan penyelesaian yang maksimal,” katanya.

Dorong Sinergi Pemerintah, Perusahaan, dan Masyarakat

Dalam kesempatan, Kepala Desa Sekerat meminta adanya sinergi antara pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat untuk mencari solusi terhadap persoalan infrastruktur.

Ia berharap pemerintah kabupaten dapat ikut memfasilitasi pertemuan bersama seluruh perusahaan yang memiliki aktivitas di wilayah Desa Sekerat.

“Apabila kewenangan jalan ini berada di kabupaten, kami berharap pemerintah kabupaten dapat turun langsung bersama perusahaan untuk mencari solusi penyelesaiannya,” jelasnya.

Menurutnya, pembangunan di Desa Sekerat harus berjalan seimbang dengan perkembangan investasi yang masuk.

“Jangan sampai sebuah wilayah menjadi tempat berkembangnya investasi besar, tetapi masyarakat sekitar belum merasakan manfaat pembangunan secara maksimal,” ujarnya.

Perusahaan Diminta Ikut Tangani Dampak Debu

Terkait persoalan debu, pemerintah desa meminta sejumlah perusahaan yang menggunakan jalur  untuk ikut berkontribusi melakukan pengendalian dampak lingkungan.

Kepala Desa Sekerat meminta perusahaan seperti Kobexindo dan Talenta menyiapkan armada penyiraman jalan menggunakan water tank. Pemerintah desa juga berencana menyiapkan satu unit sebagai bentuk tanggung jawab bersama.

“Ini bukan persoalan siapa yang paling bertanggung jawab, tetapi bagaimana kita bersama-sama menyelesaikan masalah yang dirasakan masyarakat,” tegas sunan dhika

Ia menambahkan, program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) ke depan diharapkan dapat diarahkan pada kebutuhan prioritas masyarakat, salah satunya penyelesaian persoalan jalan dan dampak lingkungan.

Desa Sekerat Punya Potensi Besar

Kepala Desa Sekerat juga menyampaikan bahwa Desa Sekerat memiliki potensi besar sebagai wilayah industri, pariwisata, dan jalur ekonomi di Kabupaten Kutai Timur.

Dengan keberadaan kawasan wisata seperti Pantai Jepu-Jepu dan Pantai Marang yang menjadi tujuan masyarakat dari berbagai daerah, kondisi infrastruktur menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung perkembangan desa.

Ia berharap seluruh pihak dapat menjaga komunikasi dan membangun kerja sama agar Desa Sekerat mampu berkembang secara berkelanjutan.

“Yang kami lakukan hari ini bukan untuk menyalahkan pihak tertentu, tetapi sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah desa dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat Desa Sekerat,” pungkasnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *