KUTAI TIMUR, Gemparkutim.com – Usia dini merupakan periode emas (golden age) dalam perkembangan individu. Penelitian menunjukkan bahwa pada usia 4 tahun, kapasitas kecerdasan anak mencapai 50 persen dan meningkat hingga 80 persen pada usia 8 tahun. Dalam konteks ini, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memegang peranan krusial dan telah menjadi komitmen internasional sejak Forum Pendidikan Dunia 2002 di Dakar, Senegal. 13 / / 11 /2025
“Pendidikan dan perawatan anak usia dini adalah investasi yang sangat fundamental,” ujar anggota Komisi B DPRD Kabupaten Kutai Timur, Leny Susilawati Anggraini.
Ia merujuk pada data historis, termasuk Renstra RPJM 2004-2009 dan 2009-2014, serta PP Nomor 7 Tahun 2005. Pada tahun 2007, dari sekitar 28,4 juta anak usia 0-6 tahun, cakupan layanan PAUD (formal dan informal) baru mencapai 48,07 persen. “Ini mengindikasikan bahwa akses layanan PAUD saat itu masih terbatas,” jelasnya.
Menurut Leny, perkembangan PAUD awalnya mengalami kendala akibat keterbatasan sarana dan prasarana dari Pemerintah Daerah. Namun, situasi telah berubah. “Dengan keterlibatan masif Pemerintah Daerah saat ini, jangkauan program PAUD meningkat drastis hingga mampu menyentuh pelosok desa terpencil,” ungkapnya.
Di Kutai Timur, lanjutnya, perkembangan PAUD menunjukkan tren positif. Pertumbuhan unit PAUD terus meningkat setiap tahun, di mana hampir setiap desa kini memilikinya. Program yang dibina oleh Tim Penggerak PKK, khususnya yang menyasar keluarga kurang mampu, dinilai efektif memberikan kesempatan pendidikan dini yang merata.
“PAUD adalah investasi pendidikan jangka panjang. Penelitian menunjukkan efektivitas PAUD dalam menekan angka putus sekolah (drop out) di jenjang SD maupun SMP. Meski demikian, harus diakui bahwa implementasi PAUD di Indonesia secara umum masih tertinggal jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Filipina,” tambah Leny.
Dengan peningkatan atensi dan dukungan berkelanjutan, Leny berharap PAUD di Kutai Timur dapat terus berkembang, memberikan fondasi kokoh bagi generasi mendatang dan berkontribusi signifikan terhadap penurunan angka putus sekolah.( Adv-DPRD/De)















