KUTAI TIMUR, gemparkutim.com – Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim) dari Komisi B Bidang Ekonomi dan Keuangan, Yusril Yusuf, menegaskan pentingnya pemerintah daerah mengarahkan belanja APBD secara lebih tepat sasaran. Ia menilai sejumlah program dan proyek yang berjalan selama ini belum memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. 22/11/2025
Menurut Yusril, belanja daerah seharusnya fokus pada sektor-sektor produktif yang mampu menggerakkan roda perekonomian, bukan justru terserap untuk kegiatan seremonial atau program yang tidak memberikan efek berkelanjutan.
“Belanja daerah harus menyasar sektor yang benar-benar mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kalau ada program yang tidak memberi multiplier effect, ya harus dievaluasi,” tegasnya.
Ia menyebutkan, beberapa OPD masih mengusulkan kegiatan yang tidak berorientasi pada peningkatan ekonomi. Karena itu, Komisi B meminta evaluasi menyeluruh terhadap rencana program di setiap tahun anggaran.
Yusril juga menekankan bahwa penyusunan APBD 2025–2026 harus lebih realistis dan berorientasi pada kebutuhan utama masyarakat. Ia mengingatkan agar pemerintah tidak hanya mengejar penyerapan anggaran, tetapi memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan memberikan hasil nyata.
“Kami ingin APBD ke depan lebih fokus pada program yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama di sektor pemulihan ekonomi. Jangan sampai hanya habis di meja rapat dan kegiatan formalitas saja,” ujarnya.
Komisi B memastikan akan memperketat fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan anggaran, sekaligus mendorong transparansi dalam perencanaan maupun realisasi program. Yusril berharap kolaborasi antara DPRD dan pemerintah daerah dapat memperbaiki arah kebijakan belanja Kutim ke depan.
Dengan pengelolaan anggaran yang tepat sasaran, ia meyakini Kutai Timur dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh kecamatan.(Adv)















