KUTAI TIMUR, Gemparkutim.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim) dari Komisi C, Yusri Yusuf, secara tegas menyatakan fokus utama usulan pembangunannya untuk tahun anggaran ini adalah pembenahan mendesak terhadap infrastruktur jalan di wilayah Dapil 2. Ia menyoroti bahwa sejumlah ruas jalan yang menjadi tulang punggung utama mobilitas ekonomi dan sosial masyarakat sudah saatnya mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah. 29/11/2025
Yusri menjelaskan bahwa beberapa titik yang diajukan merupakan kebutuhan vital dan mendesak. Titik-titik tersebut meliputi akses utama Muara Bengalon, yang terbentang dari simpang tiga hingga jembatan, serta jalur Trans Rantau Pulung mulai dari Simpang Kabo hingga Simpang Empat SP3 Puskesmas. Ruas-ruas ini dilaporkan sering mengalami kerusakan parah yang menghambat aktivitas warga sehari-hari.
Selain perbaikan jalan, usulan peningkatan infrastruktur juga mencakup akses tembus Sangatta Selatan dari Kilometer 11 menuju Ringroad, yang diharapkan dapat menjadi jalur alternatif yang efektif. Tak ketinggalan, pekerjaan drainase juga diusulkan secara spesifik untuk penanggulangan risiko banjir di kawasan Bengalon.
“Alhamdulillah, semua usulan strategis ini sudah masuk dalam daftar prioritas yang diajukan. Kami tinggal menunggu proses penetapan dan pelaksanaannya,” ujar Yusri.
Terkait proyeksi nilai anggaran, Yusri menyebut estimasinya berada di kisaran Rp55 miliar hingga Rp70 miliar. Angka ini, lanjutnya, masih bergantung pada hasil perhitungan teknis yang detail dan kemampuan keuangan daerah yang tersedia. Ia juga menekankan bahwa skema kontrak tahun jamak (multiyears) sangat mungkin diterapkan. Skema ini penting mengingat penyelesaian proyek skala besar membutuhkan pembagian tahapan pembiayaan yang berkelanjutan.
“Dari kemampuan keuangan itu nanti akan dialokasikan secara bertahap tahap pertama, kedua, dan seterusnya. Namun, kuncinya adalah proyek harus selesai tepat waktu dan kewajiban pembayarannya lunas,” terangnya.
Dari semua usulan vital tersebut, perbaikan jalan Trans Rawapuri disebutnya sebagai yang paling urgen. Ruas ini merupakan jalur penghubung penting bagi masyarakat Trans Rawapuri menuju Sangatta, sekaligus menjadi akses alternatif menuju Batu Ampar.
“Jalan ini prioritas utama karena sangat menunjang dan melancarkan mobilitas harian warga,” tegasnya.
Sementara itu, untuk sektor kesehatan dan pendidikan, Yusri mengaku fokusnya tidak diarahkan ke sana karena layanan besar di sektor tersebut cenderung lebih dekat dan relevan dengan Dapil 1. Pembagian fokus ini, menurutnya, adalah strategi wajar agar pengawasan terhadap pembangunan di setiap wilayah menjadi lebih terarah dan maksimal. “Tugas masing-masing saja, biar semua wilayah tercover secara merata,” tutupnya.(Adv/DPRD)















