MBG di Kutim Tetap Berjalan Selama Ramadan, Menu dan Jam Distribusi Disesuaikan

Fokus Balita dan Ibu Hamil, MBG Kutim Tetap Distribusi Selama Ramadan

Berita, Pemerintahan8260 Dilihat
banner 468x60

‎Gemparkutim.com, KUTIM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kutai Timur dipastikan tetap berjalan selama bulan suci Ramadan.

‎Namun, pelaksanaannya dilakukan dengan sejumlah penyesuaian, terutama pada jenis menu serta waktu distribusi, guna menjaga kenyamanan dan keamanan penerima manfaat yang menjalankan ibadah puasa.

‎Kepala SPPG APT Pranoto, Apt. Pranoto Dinand Ananda Perdana, menyampaikan bahwa penyaluran tetap dilakukan meskipun sebagian besar sekolah masih libur hingga 23 Februari 2026. Fokus awal distribusi diarahkan kepada balita, ibu hamil, serta layanan Posyandu.

‎“Untuk sementara kami fokus ke B3 dalam persiapan awal Ramadan. Besok kami mulai distribusi ke Posyandu Anggrek di Gang Volvo. Program tetap berjalan seperti biasa sesuai arahan kepala badan,” ujarnya.

‎Penyesuaian utama dilakukan pada jenis makanan. Selama Ramadan, menu yang dibagikan berbentuk makanan kering dengan daya tahan empat hingga enam jam. Langkah ini diambil untuk memastikan kualitas tetap terjaga hingga waktu konsumsi.

‎“Contohnya seperti roti, puding, dan risol yang kami buat sendiri dari dapur. Kami usahakan tidak menggunakan sosis siap saji atau produk instan lainnya. Jadi tetap dimasak sendiri, tapi dalam bentuk menu kering yang lebih tahan lama,” jelasnya.

‎Ketika kegiatan belajar mengajar kembali normal, distribusi juga akan dilakukan ke sekolah-sekolah mitra. Namun waktu pembagian akan diatur agar tidak mengganggu siswa yang tengah berpuasa.

‎“Kami akan koordinasi dengan PIC sekolah terkait jam distribusi. Kemungkinan dibagikan sekitar pukul 11.00 atau 12.00 siang, menyesuaikan jam pulang sekolah, terutama untuk SD, TK, dan PAUD. Kami khawatir kalau dibagikan terlalu pagi justru menggoda anak-anak yang sedang belajar puasa,” katanya.

‎Saat ini, SPPG APT Pranoto melayani enam sekolah dan satu Posyandu, yakni SD Star Generation, TK Star Kids, SDN 014 Mujur Jaya, SMK Negeri 1 Sangatta Utara, SMA Negeri 1 Sangatta Selatan, serta SMP Negeri 5 Sangatta Utara.

‎Selain penyesuaian teknis, aspek keamanan pangan juga menjadi perhatian utama. Hal ini menyusul adanya kasus keracunan makanan yang sempat terjadi di Penajam Paser Utara (PPU). Pihak SPPG memastikan langkah pencegahan telah dilakukan sejak awal program berjalan.

‎“Alhamdulillah kami sudah berjalan kurang lebih setengah tahun tanpa kejadian luar biasa. Sebelum distribusi, ahli gizi kami bersama tim melakukan survei dan pendataan alergi melalui Google Form maupun selebaran kertas. Jadi kami identifikasi dulu sebelum makanan dibagikan,” terangnya.

‎Pendataan tersebut digunakan untuk mengantisipasi potensi alergi atau gangguan kesehatan. Jika ditemukan peserta didik dengan alergi tertentu, menu akan dipisahkan.

‎“Kami tidak mengejar jumlah penerima manfaat semata, tapi memastikan anak-anak ini aman dan orang tua juga tahu apa yang dikonsumsi. Kami ingin mencegah sebelum terjadi masalah,” tegasnya.

‎Terkait wacana penggantian MBG menjadi bantuan uang tunai, ia menegaskan belum ada instruksi resmi mengenai perubahan mekanisme tersebut.

‎“Sejauh ini tidak ada arahan untuk diuangkan. Namanya juga dapur SPPG, tentu kami menyiapkan dan membagikan makanan. Kalau ada kebijakan baru, kami sebagai pelaksana siap mengikuti, tapi sampai sekarang belum ada,” jelasnya.

‎Ia menegaskan, komitmen utama program bukan sekadar mengejar target jumlah penerima, melainkan memastikan manfaat gizi dan keamanan konsumsi benar-benar dirasakan masyarakat.

‎“Bagi kami, ketahanan pangan dan keamanan konsumsi itu nomor satu. Program ini bukan hanya soal jumlah, tapi bagaimana anak-anak dan ibu hamil benar-benar mendapatkan manfaat dengan aman dan bergizi,” tutupnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *