KUTAI TIMUR, Gemparkutim.com — PT Kaltim Prima Coal (KPC) mendukung program ketahanan pangan yang dijalankan pemerintah di Kabupaten Kutai Timur, khususnya di Kec.Bengalon.
Dukungan itu akan disinergikan melalui salah satu dari tujuh bidang program pengembangan masyarakat PT.KPC, yakni agribisnis.
Sahrul menjelaskan, keterlibatan perusahaan BCRD PT.KPC akan difokuskan pada aspek yang belum terakomodasi oleh anggaran pemerintah agar tidak terjadi tumpang tindih program maupun pembiayaan.
“Karena ada program agribisnis, ketika ada program dari pemerintah kami integrasikan.
Kami akan berdiskusi dan berkoordinasi lebih dulu dengan pemerintah desa, Koramil, penyuluh, dan pihak terkait lainnya untuk menentukan bagian mana yang bisa kami dukung,” ujar Sahrul.
Menurutnya, langkah koordinasi itu penting agar dukungan KPC benar-benar tepat sasaran dan dapat memperkuat pelaksanaan program ketahanan pangan di tingkat desa.
Program ketahanan pangan di Kec.Bengalon sendiri menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam pengembangan sektor pertanian, termasuk program cetak sawah.
Pemerintah daerah telah menyiapkan lahan pertanian dalam skala besar untuk mendukung kemandirian pangan di Kutai Timur.
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, mengatakan total lahan yang direncanakan untuk pengembangan pertanian mencapai 100 ribu hektare.
Dari jumlah tersebut, sekitar 80 ribu hektare diperuntukkan bagi pengembangan hortikultura dan perkebunan, sedangkan 20 ribu hektare lainnya difokuskan untuk budidaya tanaman padi, baik padi sawah, padi ladang, maupun padi kolam atau padi terapung.
“Pemerintah sudah menyiapkan 20 ribu hektare lahan untuk pertanian. Dari jumlah itu, 7 ribu hektare sudah siap dipakai, termasuk 2 ribu hektare untuk sawah padi. Ini upaya kita supaya Kutai Timur bisa mandiri pangan,” kata Bupati Ardiansyah.
Di sisi lain, Komandan Kodim 0909/Kutim, Letkol Arh Ragil Setyo Yulianto, melaporkan perkembangan program cetak sawah di wilayah Kutai Timur.
Ia menyebut Kutim memperoleh alokasi pengembangan sawah seluas 1.106 hektare, namun realisasinya hingga kini baru mencapai 363 hektare.
“Dari target 1.106 hektare, saat ini sudah terealisasi 363 hektare. Kami akan berupaya menyelesaikan seluruh target tersebut secepatnya,” ujarnya.
Di sisi lain, Komandan Korem 091/Aji Surya Natakesuma, Brigjen TNI Anggara Sitompul, menegaskan komitmen TNI dalam mendukung penguatan sektor pertanian di daerah.
Dukungan tersebut diharapkan mampu mempercepat pelaksanaan program ketahanan pangan sekaligus mendorong terwujudnya kemandirian pangan di Kutai Timur.
Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, pemerintah desa, penyuluh pertanian, dan pihak swasta seperti PT.KPC dinilai menjadi kunci agar program ketahanan pangan di Kecamatan Pengalon dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

















