Festival Sekerat Nusantara V Perkuat Identitas Budaya, Kades Dorong Semenisasi Jalan 18 Kilometer

Berita2387 Dilihat
banner 468x60

KUTAI TIMUR, Gemparkutim.com – Kepala Desa Sekerat, Sunan Dhika, menegaskan bahwa Festival Sekerat Nusantara bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya menjaga identitas budaya sekaligus memperkenalkan potensi pariwisata Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur.

Hal itu disampaikan Sunan Dhika dalam penutupan Festival Sekerat Nusantara V, Saat melakukan Pidato di depan masyarakat desa sekerat dan bapak Bupati kutai timur. Minggu 12/7/2026

Menurutnya, penyelenggaraan festival membawa nama Desa Sekerat sebagai tuan rumah kegiatan kebudayaan di tingkat Kabupaten Kutai Timur.

“Festival Sekerat Nusantara bukan kegiatan seremonial biasa. Kegiatan ini membawa dan mempertaruhkan nama desa kami sebagai tuan rumah di Kabupaten Kutai Timur,” ujar Sunan Dhika.

Ia menjelaskan, berbagai adat istiadat yang ditampilkan dalam festival merupakan hasil kerja bersama pemerintah desa dan masyarakat selama empat tahun terakhir. Upaya  mulai membuahkan hasil setelah Belian Kutai Semegah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda.

“Ini merupakan capaian kita bersama. Adat istiadat lahir dari hukum kebiasaan yang hidup di tengah masyarakat. Warisan leluhur ini wajib kita jaga dan lestarikan sebagai identitas Desa Sekerat dan Kabupaten Kutai Timur,” Tambah Sunan Dhika

Sunan Dhika menyebut Desa Sekerat memiliki potensi pariwisata yang lengkap. Desa tersebut mempunyai garis pantai kurang lebih lima kilometer, persawahan seluas 61 hektare, kawasan laut, pegunungan, air terjun, serta lokasi yang berpotensi dikembangkan untuk olahraga paralayang.

“Desa Sekerat sangat layak dijadikan salah satu destinasi wisata keluarga. Potensi alam dan budaya yang kami miliki sangat besar untuk dikembangkan Ujarnya

Menurut Sunan Dhika, terdapat tiga unsur penting yang harus dipenuhi untuk mendorong kemajuan sektor pariwisata, yaitu aksesibilitas, atraksi, dan kelembagaan.

Dari ketiga unsur tersebut, akses jalan masih menjadi persoalan utama yang membutuhkan perhatian Pemerintah Kabupaten Kutai Timur.

Ia berharap pemerintah kabupaten dapat mendukung semenisasi jalan sepanjang kurang lebih 18 kilometer menuju Desa Sekerat. Jalan tersebut merupakan kewenangan pemerintah kabupaten dan menjadi jalur utama masyarakat serta wisatawan.

“Kami berharap mendapatkan arahan dan dukungan dari Bapak Bupati Kutai Timur agar jalan sepanjang 18 kilometer ini dapat disemenisasi. Akses merupakan daya dukung utama bagi kemajuan pariwisata,” ujarnya.

Selain dukungan pemerintah, ia mengharapkan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sekitar Desa Sekerat dapat dilibatkan melalui kolaborasi dan gotong royong dalam memperbaiki akses jalan tersebut.

Untuk unsur atraksi, Desa Sekerat telah memiliki Festival Sekerat Nusantara, Belian Kutai Semegah, potensi wisata alam, serta kegiatan paralayang.

Sementara dari sisi kelembagaan, pemerintah desa telah membentuk Kelompok Sadar Wisata atau Pokdarwis yang disinergikan dengan Karang Taruna.

Pelibatan pemuda tersebut, lanjut Sunan, menjadi bagian dari strategi mengembangkan sumber ekonomi baru bagi masyarakat. Desa Sekerat tidak ingin hanya bergantung pada sektor pertambangan, industri semen, dan perkebunan kelapa sawit.

“Melalui pariwisata, kami berharap ekonomi turunan dan UMKM masyarakat dapat berkembang lebih maju. Pemuda juga harus ikut bangkit dan terlibat dalam pembangunan desa,” tegas Sunan Dhika Pidato nya

Sunan menambahkan, Desa Sekerat telah memenuhi unsur panorama alam, adat istiadat, serta nilai keagamaan sebagai modal pengembangan pariwisata.

Kegiatan keagamaan berupa haul yang diselenggarakan setiap tahun turut menjadi bagian dari potensi wisata religi desa Sekerat.

Ia juga menegaskan bahwa Sekerat merupakan desa tua yang telah ada jauh sebelum Kabupaten Kutai Timur terbentuk. Karena itu, pembangunan infrastruktur dinilai penting agar kemajuan ekonomi masyarakat sejalan dengan nilai sejarah dan besarnya potensi desa.

“Harapan masyarakat Desa Sekerat saat ini adalah bagaimana akses jalan tersebut dapat diwujudkan. Jika aksesnya baik, perekonomian, pariwisata, dan UMKM masyarakat juga akan semakin berkembang,” pungkas Kepala desa sekerat

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *