Jembatan Lembak Berdampak ke Distribusi CPO, BPD dan BUMDes Tepian Langsat Duduk Bersama PT Bima Palm Nugraha

Berita1209 Dilihat
banner 468x60

BENGALON, Gemparkutim.com – Kondisi Jembatan Lembak di Desa Sepaso Timur, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, mulai berdampak terhadap aktivitas distribusi hasil perkebunan dan perekonomian masyarakat. jumat 21/8/2026

Menyikapi kondisi tersebut, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tepian Langsat bersama pengurus BUMDes Tepian Bina menggelar pertemuan dengan pihak PT Bima Palm Nugraha (BPN) untuk membahas dampak serta langkah yang dapat dilakukan terkait kondisi Jembatan Lembak.

Dalam pertemuan tersebut hadir Amiruddin Muhadi selaku Plantation Head, Manager Mill PKS 9 Nasuha beserta tim, serta perwakilan BPD dan BUMDes Tepian Langsat.

Pihak PT Bima Palm Nugraha disebut telah mendatangi langsung lokasi Jembatan Lembak di Sepaso Timur untuk melihat kondisi di lapangan.

Akibat kondisi jembatan yang belum memungkinkan dilalui secara normal oleh angkutan tertentu, distribusi CPO untuk sementara dialihkan menuju Bontang, sedangkan pengiriman ke Maloy dan KLK sementara dihentikan (off).

Perwakilan BPD Tepian Langsat, Muhammad Kasim, berharap dinas dan instansi terkait segera melakukan penanganan terhadap Jembatan Lembak.

Menurutnya, persoalan tersebut bukan hanya menyangkut akses transportasi, tetapi juga berhubungan langsung dengan roda perekonomian masyarakat.

“Kami berharap secepatnya ada penanganan dari dinas terkait. Ini menyangkut ekonomi masyarakat, terlebih Desa Tepian Langsat banyak masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari perkebunan sawit,” ujar Muhammad Kasim.

Ia menilai, apabila kondisi tersebut berlangsung terlalu lama, dikhawatirkan akan berdampak lebih luas terhadap kelancaran pengangkutan hasil perkebunan, aktivitas perusahaan, hingga pendapatan para petani sawit.

Karena itu, BPD dan BUMDes Tepian Langsat berharap pemerintah serta instansi berwenang dapat segera memberikan kepastian mengenai penanganan Jembatan Lembak,

termasuk solusi sementara agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan tanpa mengabaikan aspek keselamatan pengguna jalan.

Jembatan Lembak sendiri merupakan salah satu akses penting di wilayah Bengalon yang menghubungkan mobilitas masyarakat serta distribusi barang menuju sejumlah wilayah di Kutai Timur.

Kondisinya yang menjadi perhatian dalam beberapa waktu terakhir membuat berbagai pihak mendorong adanya penanganan yang cepat dan terukur.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *