Waktu Latihan Dipangkas, Pelatih Ubah Pola Pembinaan Paskibraka Kutim

Berita1225 Dilihat
banner 468x60

KUTIM, Gemparkutim.com – Durasi pelatihan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tahun ini mengalami penyesuaian. Waktu pembinaan yang biasanya berlangsung sekitar satu bulan dipersingkat menjadi sekitar dua pekan sehingga tim pelatih harus memadatkan seluruh materi latihan.

Perwakilan pelatih Paskibraka Kutim, Aiptu Wahyu Winarko, mengatakan perubahan durasi latihan dipengaruhi kebijakan efisiensi anggaran. Meski waktu yang tersedia lebih singkat, seluruh rangkaian pembinaan tetap harus diselesaikan sebelum upacara peringatan HUT ke-81 RI.

“Tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Biasanya proses pelatihan itu selama satu bulan penuh. Karena ada efisiensi anggaran sehingga latihannya hanya dua minggu kurang lebih,” katanya.

Konsekuensinya, pola pembinaan yang selama ini diterapkan ikut berubah. Materi dasar yang biasanya diberikan secara bertahap kini dipelajari bersamaan dengan latihan formasi pengibaran bendera.

“Kalau dulu kita latih dasar dulu sampai matang baru masuk formasi. Sekarang mau tidak mau dasarnya kita perkenalkan saja, nanti langsung kita aplikasikan di lapangan,” ujarnya.

Meski demikian, Wahyu menilai capaian latihan sudah mendekati target. Hingga saat ini, progres pembinaan telah mencapai sekitar 80 persen dan akan terus dimaksimalkan menjelang gladi kotor serta gladi bersih.

Sebanyak 36 anggota Paskibraka yang terdiri atas 18 putra dan 18 putri mengikuti latihan setiap hari. Aktivitas fisik yang cukup padat membuat tim medis terus bersiaga selama latihan berlangsung untuk mengantisipasi peserta yang mengalami gangguan kesehatan.

“Tim medis harus selalu mendampingi. Ada yang kakinya bengkak karena latihan fisiknya cukup berat. Kalau sudah mulai ada yang matanya kunang-kunang, langsung diistirahatkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, kemampuan peserta cukup beragam karena tidak semuanya memiliki pengalaman sebagai petugas upacara. Karena itu, pelatih berupaya menyamakan kemampuan seluruh anggota dalam waktu yang terbatas.

Selain latihan fisik dan baris-berbaris, peserta juga menerima materi wawasan kebangsaan dan kepemimpinan sebagai bekal setelah menyelesaikan tugas pengibaran bendera. (*/GK8)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *