Buka Festival Budaya Ufah, Bupati Kutim Tegaskan Budaya Fondasi Pembangunan

Pemerintahan1746 Dilihat
banner 468x60

KUTIM, Gemparkutim.com – Festival Budaya Ufah kembali digelar masyarakat Dayak Kayan di Desa Miau Baru, Kecamatan Kongbeng, Kutai Timur (Kutim), Minggu (9/8). Tradisi tahunan tersebut menjadi bagian dari adat masyarakat Dayak Kayan untuk pentahbisan bayi laki-laki yang diharapkan tumbuh dengan jiwa kepemimpinan.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaima mengatakan adat dan budaya memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat, termasuk dalam pembangunan daerah. Menurutnya, keberagaman budaya yang ada di Kutim menjadi modal sosial yang perlu dijaga.

“Saya ingin menegaskan bahwa budaya itu adalah tolok ukur yang pertama, bangunan pertama dalam rangka kita membangun Kutai Timur. Adat dan budaya, kontribusinya besar di dalam pembangunan kita di Kutai Timur. Kenapa?” kata Ardiansyah.

Ia menyebut hampir seluruh suku dengan adat dan budaya masing-masing hidup di Kutai Timur. Kondisi tersebut menjadi modal sosial yang perlu dipertahankan.

“Karena saat ini Kutai Timur hampir semua suku dan adat serta budaya itu ada di Kutai Timur. Oleh karenanya kita harapkan adat dan budaya ini menjadi salah satu daripada barometer karena dia adalah perakat kemanusiaan. Dia adalah perekat sosial,” ujarnya.

Ardiansyah menilai keberadaan ikatan sosial penting dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, pembangunan akan sulit berjalan apabila hubungan sosial masyarakat mengalami perpecahan.

“Kita tidak bisa membayangkan kalau sosial itu ternyata terpecah-pecah maka pembangunan juga akan hancur,” katanya.

Ia mengapresiasi sejumlah kecamatan dan desa yang masih rutin melaksanakan kegiatan adat dan budaya. Menurut Ardiansyah, kegiatan tersebut menunjukkan tradisi lokal masih memiliki ruang di tengah perkembangan masyarakat.

Selain Festival Ufah di Miau Baru, dia menyebut sejumlah kegiatan adat yang berlangsung di wilayah lain, seperti Lom Plai, kegiatan adat Kutai di Marukangan, serta pesta adat di Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon.

Pemkab Kutim juga berencana menggelar Erau Adat Kutai untuk pertama kalinya di Kabupaten Kutim tahun ini.

Ardiansyah berharap berbagai kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi turut menjaga keberadaan adat dan budaya di tengah masyarakat.

Dengan keberagaman suku yang ada, ia menilai budaya dapat menjadi salah satu unsur yang menjaga hubungan sosial masyarakat Kutim tetap berjalan. (*/GK8)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *