Kutai Timur, Gemparkutim.com – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur dari Fraksi NasDem, H. Arfan, kembali meninjau langsung kondisi Jembatan Lembak di Desa Sepaso Timur, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, Senin (17/8/2026).
Peninjauan dilakukan menyusul kondisi jembatan yang dinilai semakin mengkhawatirkan dan membutuhkan perhatian serius, terutama karena masih dilalui kendaraan bermuatan berat.
Dalam peninjauan tersebut, H. Arfan didampingi Camat Bengalon Harun Al Rasyid. Satpol PP Kecamatan Bengalon juga turut berada di lokasi, sementara koordinasi telah dilakukan dengan pihak Balai terkait kondisi dan rencana penanganan jembatan.
H. Arfan menilai persoalan Jembatan Lembak tidak dapat dibiarkan berlarut-larut. Menurutnya, pemerintah provinsi, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, pihak Balai serta instansi terkait perlu segera duduk bersama menentukan langkah penanganan.
“Jangan sampai kita menunggu terjadi insiden atau korban terlebih dahulu baru melakukan penanganan. Kondisinya sekarang sudah sangat mengkhawatirkan, sehingga antisipasi harus dilakukan sejak sekarang,” ujar H. Arfan.
Ia menegaskan, Jembatan Lembak merupakan akses penting bagi masyarakat maupun kendaraan yang menuju sejumlah wilayah, di antaranya Karangan, Kaubun, Sangkulirang, Kaliorang hingga Sandaran.
Apabila jembatan tersebut sampai terputus atau tidak dapat dilalui, menurutnya, dampaknya akan sangat besar terhadap arus transportasi dan aktivitas masyarakat menuju sejumlah kecamatan tersebut.

Selain kondisi jembatan, H. Arfan juga menyoroti adanya penurunan tanah di sekitar lokasi. Sejumlah rumah warga di sisi jembatan disebut terlihat mengalami penurunan cukup jauh sehingga perlu turut diperhatikan dalam rencana penanganan.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak Balai, H. Arfan mengatakan lokasi tersebut sebelumnya telah disurvei dan direncanakan mendapatkan penanganan serius.
Menurut informasi sementara yang diterimanya, Jembatan Lembak direncanakan dibongkar dan direhabilitasi secara menyeluruh, dengan perkiraan waktu pengerjaan sekitar delapan bulan.
“Kalau memang dibongkar total dan membutuhkan waktu sekitar delapan bulan, tentu jalan alternatif harus dipersiapkan terlebih dahulu. Jangan sampai jembatan ditutup tetapi masyarakat tidak memiliki akses yang layak,” katanya.
Ia menyebut, proses penanganan kemungkinan juga berkaitan dengan lahan maupun permukiman warga di sekitar kedua ujung jembatan.
Karena itu, sosialisasi kepada masyarakat dinilai perlu dilakukan sejak awal agar rencana pekerjaan dapat dipahami seluruh pihak.
Dalam kunjungan tersebut, H. Arfan juga meninjau salah satu jalur yang berpotensi digunakan sebagai akses alternatif melalui Jembatan Sepaso Timur.

Menurutnya, pembangunan jembatan di jalur tersebut telah selesai. Namun, kondisi akses jalan masih membutuhkan pembenahan sebelum dapat digunakan secara maksimal untuk menampung peningkatan volume kendaraan.
Perbaikan jalur alternatif tersebut, lanjutnya, memerlukan keterlibatan berbagai pihak. Perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Bengalon juga diharapkan dapat ikut berkontribusi dalam pembenahan akses jalan.
Selain badan jalan, beberapa fasilitas di sepanjang jalur alternatif juga perlu diperhatikan, termasuk kabel listrik maupun kabel milik masyarakat yang dinilai berada cukup rendah dan berpotensi tersangkut kendaraan berukuran tinggi.
H. Arfan berharap Camat Bengalon dapat memfasilitasi pertemuan antara pemerintah kecamatan, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, pemerintah provinsi, pihak Balai serta pihak terkait lainnya untuk mempercepat pembahasan solusi.
“Jangan sampai Jembatan Lembak benar-benar putus baru semua bergerak. Sekarang kondisinya sudah menunjukkan tanda-tanda yang semakin mengkhawatirkan. Kita harus melakukan pencegahan,” tegasnya.
Untuk sementara, H. Arfan turut mengimbau perusahaan maupun pengguna jalan agar menghindari penggunaan Jembatan Lembak untuk alat berat serta kendaraan dengan muatan berlebih, guna mengurangi beban jembatan dan meminimalkan risiko yang tidak diinginkan.
“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Kita berharap jalan alternatif segera dipersiapkan dan penanganan Jembatan Lembak dapat secepatnya direalisasikan,” pungkasnya.












