Rapat Lintas Sektoral Bengalon Bahas Banjir, Jalan Rusak, hingga Kebutuhan Air Bersih dan Listrik

Berita, Pemerintahan3771 Dilihat
banner 468x60

BENGALON, Gemparkutim.com – Pemerintah Kecamatan Bengalon menggelar Rapat Lintas Sektoral dan Silaturahmi bersama unsur Forkopimcam, kepala desa, BPD, serta sejumlah instansi terkait, pada Rabu (12/2/2026) pukul 10.00 WITA bertempat di Lantai II Ruang Rapat Kantor Camat Bengalon.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Camat Bengalon, Muh. Harun Al Rasyid, SSTP, MSI, sebagai ajang koordinasi lintas sektor sekaligus mempererat hubungan antar lembaga pemerintahan dan stakeholder di wilayah Kecamatan Bengalon.

Rapat dihadiri oleh berbagai pihak, di antaranya Danramil Bengalon, perwakilan Polsek Bengalon, Pos TNI AL Bengalon, Pol Airud, Damkar, PDAM, KUA Bengalon, Puskesmas Sepaso, Korwil Pendidikan, Koordinator BPP, PLN, Kepala Desa se-Kecamatan Bengalon, BPD se-Kecamatan Bengalon, kader kesehatan, tokoh masyarakat, serta jajaran staf Kecamatan Bengalon.

Camat Bengalon Muh. Harun Al Rasyid, menyampaikan bahwa rapat lintas sektoral ini penting untuk memperkuat koordinasi dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.

khususnya terkait banjir, kerusakan jalan, serta masalah CSR perusahaan yang dinilai perlu sinergi bersama.

“Koordinasi yang baik antar lintas sektoral sangat diperlukan agar penanganan masalah di lapangan dapat lebih cepat dan tepat,” ujar Camat Bengalon Rasyidi

Keluhan Desa Sepaso,Banjir dan Jalan Kabupaten Diminta Dikembalikan

Dalam sesi diskusi, Kepala Desa Sepaso, Ruslan Alan, menyampaikan sejumlah persoalan yang saat ini menjadi perhatian utama masyarakat, terutama banjir yang terus berulang dan berdampak pada aktivitas warga.

Ia menegaskan bahwa pihak desa bersama Plt Camat Bengalon telah menyampaikan usulan penanganan banjir ke Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dan juga melalui Musrenbang.

Selain itu, ia meminta agar beberapa ruas jalan kabupaten dapat dikembalikan menjadi jalan desa agar lebih mudah ditangani dan dikelola. Tegas Ruslan

Kades Sepaso juga mengusulkan pembangunan dua jalan, yakni Jalan M. Yusuf dan Jalan 10 November, yang disebut masuk dalam usulan anggaran sebesar Rp45 miliar.

ia juga menyoroti keberadaan buaya yang dinilai membahayakan warga di wilayah perairan Desa Sepaso dan meminta agar segera ditangani oleh instansi terkait.

Sepaso Selatan Soroti Jalan Rusak dan Jembatan Belum Optimal

Keluhan serupa disampaikan Sekretaris Desa Sepaso Selatan, Sri Wahyuni, yang menjelaskan bahwa kondisi jalan kabupaten sepanjang kurang lebih 11 kilometer dari Perdau menuju kantor desa mengalami kerusakan dan rawan terdampak banjir.

Menurutnya, banjir bahkan merendam wilayah hingga setinggi paha orang dewasa.

Ia juga menyampaikan bahwa peresmian jembatan desa di Jalan G. Sutrisno masih terkendala karena akses jalan belum memadai.

Sri Wahyuni menambahkan bahwa rapat antar desa bersama pihak perusahaan sudah pernah dilakukan, namun masyarakat masih berharap adanya tindak lanjut nyata.

Pihak Desa Sepaso Selatan juga meminta agar status jalan Hadi Suhadi dan Jalan Darjatdialihkan kembali menjadi jalan desa melalui pengalihan aset. Tambahnya

Polsek Bengalon dan PDAM Bahas Distribusi Air Bersih

menyoroti persoalan banjir sekaligus pelayanan PDAM yang belum menjangkau wilayah tertentu, khususnya ke arah KM 2 Sepaso Timur.

Ia mendorong agar segera dicari solusi melalui pemasangan jaringan PDAM agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi.

Menanggapi hal tersebut, Muh. Harun Al Rasyid Camat Bengalon menyampaikan bahwa kebutuhan dasar seperti air bersih dan listrik menjadi prioritas, terutama bagi desa dan wilayah yang hingga kini belum terakses.

wilayah Muara Bengalon RT 08 dan RT 06 sebagai contoh lokasi yang masih mengalami keterbatasan layanan listrik dan air bersih.

Desa Tepian Madani dan Tepian Budaya Keluhkan Listrik Belum Masuk

Dalam forum tersebut, Pj Kepala Desa Tepian Madani menyampaikan bahwa jaringan PLN yang ada di desa belum dapat dialirkan karena terkendala persoalan dengan pihak PT KAN.

Pihak desa telah melakukan mediasi dengan perusahaan dan meminta dukungan Camat Bengalon untuk menjadwalkan pertemuan lanjutan.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh Pj Desa Tepian Budaya, yang berharap aliran listrik PLN dapat segera masuk ke wilayah mereka demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Kesimpulan Rapat: Banjir, Jalan, Air Bersih dan Listrik Jadi Prioritas

Dari hasil rapat lintas sektoral tersebut, disepakati beberapa poin penting sebagai kesimpulan, yakni:

1. Penanganan banjir dan perbaikan jalan di Desa Sepaso dan Sepaso Selatan segera dilakukan, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

2. Kebutuhan air bersih PDAM dan listrik PLN bagi desa-desa yang belum terlayani menjadi perhatian utama untuk segera ditindaklanjuti.

3. Camat Bengalon berharap seluruh lintas sektoral terus memberikan saran dan masukan demi percepat pembangunan dan kemajuan Kecamatan Bengalon ke depan.

Rapat kemudian ditutup dengan kegiatan ramah tamah sebagai bentuk silaturahmi antar instansi dan pemerintahan desa.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *