242 Keluarga di Kaliorang Masuk Risiko Stunting, DPPKB Kutim Perkuat Layanan Jemput Bola

Berita179 Dilihat
banner 468x60

KUTIM, Gemparkutim.com – Sebanyak 242 keluarga di Kecamatan Kaliorang, Kutai Timur (Kutim), tercatat sebagai keluarga berisiko stunting (KRS). Data tersebut tersebar di tujuh desa dan menjadi sasaran layanan jemput bola yang digelar Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim di Kantor Camat Kaliorang, Rabu (12/8/2026).

Desa Bangun Jaya memiliki jumlah KRS terbanyak dengan 62 keluarga. Kemudian Desa Kaliorang 47 keluarga, Bumi Sejahtera 41 keluarga, Bukit Makmur 38 keluarga, Citra Manunggal Jaya 27 keluarga, Selangkau 17 keluarga dan Bukit Harapan 10 keluarga.

Plh Kepala DPPKB Kutim Yuriansyah T mengatakan, penanganan keluarga berisiko stunting membutuhkan keterlibatan lintas sektor. Pemerintah kecamatan dan desa juga dinilai memiliki peran penting dalam memastikan intervensi berjalan di lapangan.

“Perlukan kolaborasi, kerjasama semua lini, baik dinas kesehatan, ketahanan pangan, perkim, termasuk yang tidak kalah pentingnya adalah kecamatan dan desa,” ujar pria kelahiran 1971 tersebut.

Menurut Yuriansyah, sejumlah faktor menjadi perhatian dalam penanganan KRS. Di antaranya kondisi kesejahteraan keluarga, kesehatan baduta dan balita, akses air bersih, jamban sehat, kondisi Rumah Layak Huni (RLH), hingga faktor risiko pada Pasangan Usia Subur (PUS).

Edukasi mengenai penggunaan KB modern juga diberikan kepada keluarga sasaran. DPPKB berharap intervensi yang dilakukan dapat menekan faktor risiko sehingga keluarga tidak berlanjut menjadi kasus stunting.

Yuriansyah juga meminta sinkronisasi data dilakukan bersama UPT Puskesmas. Selain itu, kontribusi perusahaan yang disalurkan melalui desa diharapkan dapat dilaporkan agar bisa dimasukkan dalam database penanganan stunting.

Dalam kegiatan tersebut, DPPKB Kutim menyerahkan bantuan makanan tambahan (PMT) dari Baznas Kutim secara simbolis kepada sejumlah keluarga berisiko stunting. Bantuan untuk sasaran lainnya akan disalurkan melalui petugas PLKB di Kecamatan Kaliorang.

Layanan jemput bola juga diisi dengan materi penanganan KRS oleh JFT DPPKB Kutim Agustina. Sementara itu, TA TPPS Hendrik Cassanova menyampaikan perkembangan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Anak Stunting (Genting).

Sekretaris Camat Kaliorang Yosep Masan Kredok mengatakan, upaya menekan stunting membutuhkan kesadaran masyarakat dan keterlibatan berbagai pihak.

“Stunting itu bisa dikurangi apabila ada kesamaan yang baik dan kesadaran dari setiap warga masyarakat. Semua ini sukses apabila pertama kesadaran kita dan keinginan kita semua,” tegasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimcam, penyuluh KB, Bhabinkamtibmas, kepala desa, perwakilan Dinkes, Perkim dan Dikepang, serta jajaran DPPKB Kutim. (*/GK8)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *