DPPKB Kutim Gencarkan Layanan Jemput Bola untuk Keluarga Berisiko Stunting di Sangkulirang

Berita162 Dilihat
banner 468x60

KUTIM, Gemparkutim.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat upaya penanganan stunting melalui layanan jemput bola keluarga berisiko stunting (KRS) di Kecamatan Sangkulirang. Kegiatan tersebut digelar Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim di BPU Kantor Camat Sangkulirang, Selasa (11/8/2026).

Layanan ini menyasar 1.073 keluarga berisiko stunting yang tersebar di 15 desa di Kecamatan Sangkulirang. Kegiatan menjadi bagian dari upaya pemerintah mendekatkan layanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat pendampingan keluarga.

Plh Kepala DPPKB Kutim Yuriansyah T mengatakan, penanganan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Kolaborasi antarsektor dinilai penting agar program yang dijalankan dapat memberikan dampak bagi masyarakat.

“Stunting atau keluarga risiko stunting tidak bisa kita selesaikan kalau tidak bersama-sama. Harus ada kolaborasi karena tidak semudah yang kita bayangkan harus menghilangkan itu,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, DPPKB Kutim juga menyerahkan bantuan makanan tambahan dari Baznas Kutai Timur secara simbolis kepada keluarga berisiko stunting. Bantuan selanjutnya akan disalurkan kepada sasaran melalui petugas PLKB di Kecamatan Sangkulirang.

Selain pemberian bantuan, kegiatan diisi edukasi mengenai penanganan KRS oleh JFT DPPKB Kutim Agustina. Perkembangan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Anak Stunting (Genting) juga disampaikan Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga DPPKB Kutim Ani Saida.

Yuriansyah berharap rangkaian intervensi yang dilakukan pemerintah dapat mendukung upaya penurunan stunting di Sangkulirang. Bahkan, pemerintah menargetkan wilayah tersebut dapat terbebas dari stunting.

“Mudah-mudahan ke depan apa yang kita inginkan, bahwa di Kecamatan Sangkulirang itu bisa zero dari stunting. Ini harapan kita,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Camat Sangkulirang Suwandi menyambut pelaksanaan layanan jemput bola tersebut. Menurutnya, kehadiran DPPKB bersama tim dapat memperkuat upaya yang telah dilakukan pemerintah desa.

“Mudah-mudahan dengan kehadiran beliau bersama tim bisa mendorong bagaimana mengatasi dan mengurangi munculnya stunting yang ada di wilayah Sangkulirang,” katanya.

Kegiatan tersebut turut melibatkan unsur pemerintah kecamatan, perangkat desa, tenaga pendamping keluarga, penyuluh KB serta sejumlah pihak terkait dalam penanganan keluarga berisiko stunting. (*/GK8)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *