Eksplorasi Karst Nyere, Masyarakat Adat hingga Pemdes Baay Dukung Film Dokumenter Sangkulirang Mangkalihat

Berita1386 Dilihat
banner 468x60

KUTAI TIMUR, Gemparkutim.com – Upaya memperkenalkan kekayaan alam dan budaya kawasan Sangkulirang Mangkalihat terus dilakukan melalui berbagai kegiatan eksplorasi dan dokumentasi.

Salah satunya melalui kegiatan Eksplorasi Karst Nyere yang dilaksanakan bersama masyarakat adat, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Baay, serta Pemerintah Desa Baay, Kecamatan Karangan, Kabupaten Kutai Timur. Kamis 27/8/2026

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung proses pembuatan film dokumenter Sangkulirang Mangkalihat yang digarap oleh Tim Kelana Bercerita.

Dalam kegiatan eksplorasi, tim bersama masyarakat menyusuri kawasan Karst Nyere untuk menggali berbagai potensi alam, bentang karst, nilai sejarah, hingga cerita lokal yang selama ini hidup dan diwariskan di tengah masyarakat.

Keterlibatan masyarakat adat dinilai menjadi bagian penting dalam proses dokumentasi. Selain mengetahui kondisi kawasan, masyarakat juga memiliki pengetahuan lokal mengenai sejarah, tradisi, serta hubungan masyarakat dengan kawasan karst yang telah berlangsung secara turun-temurun.

Pokdarwis Baay bersama Pemerintah Desa Baay turut memberikan dukungan selama kegiatan berlangsung. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat upaya pengenalan potensi wisata dan kekayaan alam Desa Baay kepada masyarakat yang lebih luas.

Pembuatan film dokumenter Sangkulirang Mangkalihat diharapkan tidak hanya menampilkan keindahan bentang alam karst, tetapi juga mengangkat kehidupan masyarakat, budaya lokal, serta pentingnya menjaga kelestarian kawasan yang memiliki nilai ekologis, sejarah dan pariwisata.

Melalui dokumentasi yang dilakukan Tim Kelana Bercerita, kawasan Karst Nyere diharapkan semakin dikenal sebagai salah satu bagian dari kekayaan alam Sangkulirang Mangkalihat yang menyimpan potensi besar untuk pengembangan wisata berbasis alam dan budaya.

Kegiatan eksplorasi tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat sinergi antara masyarakat adat, kelompok sadar wisata dan pemerintah desa dalam menjaga serta memperkenalkan potensi kawasan kepada publik tanpa mengabaikan nilai-nilai konservasi dan kearifan lokal.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *