Kutim Bidik Investasi Lebih Berkualitas, Optimistis Target 2026 Tercapai

Pemerintahan402 Dilihat
banner 468x60

KUTIM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) optimistis mampu mempertahankan tren positif investasi setelah mencatat realisasi Rp20,007 triliun sepanjang 2025. Capaian tersebut tidak hanya melampaui target Rp12,5 triliun, tetapi juga menempatkan Kutim sebagai daerah dengan realisasi investasi terbesar kedua di Kalimantan Timur setelah Balikpapan.

Memasuki 2026, Kutim kembali dibebani target investasi yang cukup tinggi, yakni Rp18,427 triliun. Hingga saat ini, realisasi investasi telah mencapai Rp3,18 triliun atau sekitar 17,28 persen dari target tahunan.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menilai peluang mencapai target masih terbuka lebar. Menurutnya, angka investasi yang tercatat saat ini bahkan berpotensi lebih besar apabila seluruh pelaku usaha menyampaikan laporan kegiatannya secara lengkap dan tepat waktu.

“Kalau mereka (pelaku usaha) lebih maksimal lagi melaporkan kegiatan investasi itu, maka kita punya data yang lebih akurat lagi. Rp20 triliun itu data yang memang sudah terlapor. Mungkin masih ada lagi yang belum terlaporkan,” ujar Ardiansyah usai membuka Sosialisasi Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), Senin (20/7).

Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong peningkatan kepatuhan pelaku usaha dalam menyampaikan LKPM. Selain menjadi instrumen pengawasan, laporan tersebut juga menjadi dasar pemerintah dalam memetakan perkembangan investasi dan menyusun kebijakan yang mendukung dunia usaha.

Untuk memudahkan proses pelaporan, DPMPTSP Kutim terus melakukan pendampingan kepada perusahaan. Penyederhanaan sistem pelaporan juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan investasi.

“Di sosialisasi ini mmungkinDPTSP akan menerapkan aplikasi yang lebih mudah lagi bagi para pelaku usaha. Kemudian ada pendampingan dan menyesuaikan dengan regulasi yang ada,” katanya.

Ardiansyah menilai Kutim masih memiliki daya tarik yang kuat di mata investor. Potensi sumber daya alam yang besar, dukungan kawasan industri, hingga peluang pengembangan sektor nonpertambangan dinilai menjadi modal untuk menjaga arus investasi tetap tumbuh.

“Saya berharap dan yakin Kutai Timur ini memiliki keunggulan komparatif yang luar biasa yang memungkinkan setiap pelaku usaha lebih maksimal menjalankan usahanya,” tuturnya.

Dengan capaian investasi yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah daerah berharap kehadiran investasi tidak hanya tercermin dari besarnya nilai modal yang masuk, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja, mendorong pertumbuhan usaha lokal, dan memperkuat perekonomian daerah. (*/GK8)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *